in

Tanda Bahwa Kamu Sudah Memiliki Kedewasaan Rohani

Dalam kehidupan bermasyarakat, pemahaman kematangan seseorang terdiri dari dua dimensi. Kebanyakan orang mendefinisikannya sebagai penambahan pengalaman yang datang melalui proses penuaan. Tetapi ini tidak benar. Kebenarannya adalah kedewasaan itu tidak ada hubungannya dengan pengalaman eksternal kita, dan semua yang berkaitan dengan pengolahan batin kita di dunia.

Kamu mungkin telah mengalami banyak tantangan dan kesulitan dalam hidup, tetapi jika Kamu tidak sadar akan apa yang terjadi dan bagaimana itu dapat membantu kamu untuk belajar dan tumbuh. Semua pengalaman kamu berubah menjadi momen di mana kamu secara tidak sadar dan emosional bereaksi. Meskipun kita tidak bisa mengendalikan umur atau penuaan, tapi kita memiliki bagian untuk menjadi dewasa. Inilah tandanya bahwa kamu sudah dewasa!

1. Kedewasaan adalah Berani

Kedewasaan melibatkan kebebasan batin adalah hasil dari memiliki keberanian. Keberanian untuk berpikir secara berbeda dan berperilaku berbeda. Dalam masyarakat “kedewasaan” adalah sebagai berani mengejar karir, mempunyai pasangan, membeli rumah, anak-anak dan materialisme. Itu dibutuhkan keberanian yang sangat besar untuk benar-benar menjadi dewasa yang seperti itu.

2. Kedewasaan adalah Kebenaran atau Jujur

Banyak orang menghindari kebenaran tentang siapa mereka sebenarnya. Dengan memupuk keyakinan, label diri dan peran sebagai pencitraan diri, padahal tidak sesuai dengan hatinya. Namun, orang yang dewasa, akan mengorek dirinya dan selalu menjadi diri sendiri. Mereka pun menyatakan bahwa cara yang mereka gunakan untuk menipu diri sendiri seperti pencitraan adalah perasaan yang salah.

3. Kedewasaan adalah Cinta

Menurut kebanyakan orang tentang cinta adalah mencintai hanya untuk menerima cinta. Seperti “Aku ingin kau mencintaiku agar aku bisa mencintaimu kembali” bukanlah cara yang sangat dewasa untuk mencintai. Menjadi dewasa berarti kamu dapat mencintai seseorang tanpa syarat, bahkan jika mereka tidak mencintaimu kembali karena cinta diri kamu sendiri lebih dari cukup.

Orang yang matang secara spiritual, sadar bahwa mencintai seseorang wajib dia lakukan. Dia tidak perlu meminta balasannya karena dia akan merasa bahagia bila orang yang dicintainya bahagia. Untuk mengalami cinta itu, kamu harus mencapai kebebasan dan tanggung jawab pribadi yang diperlukan untuk cinta tanpa syarat.

4. Kedewasaan adalah Welas Asih

Banyak agama mengajarkan kamu untuk melakukan mengasihi, menyayangi dan memberikan simpati kepada orang-orang yang membutuhkan atau mereka yang sedang berada dalam keadaan rendah. Sebelum bertindak kepada orang lain, pikirkan dan rasakan terlebih dahulu bila tindakan tersebut datang padamu. Memberikan welas asih, tanpa mengharapkan balasan sedikitpun merupakan bagian dari kedewasaan atau kematangan diri.

Kedewasaan seperti ini jarang sekali dimiliki oleh kebanyakan orang. Sebab, untuk melakukan tindakan amal yang matang, motivasi kita harus datang dari kedamaian batin dan kebebasan. Jika kamu sudah bisa melakukannya, kamu sangat hebat.

5. Kedewasaan adalah Memaafkan

Membenci orang lain itu membuat ketagihan. Ini memberi kita rasa kekuatan yang salah dengan meyakini bahwa kita melindungi diri kita dari rasa sakit lagi. Itu menipu diri kita ke dalam rasa mementingkan diri yang tidak sehat. Perkataan “Aku tidak akan pernah memaafkanmu”. Itu adalah cara lain di mana kesengsaraan dan rasa kasihan diri kita membuat kita bahagia.

Maaf sejati, melibatkan tanggung jawab untuk diri kita sendiri dan membuat keputusan untuk tidak lagi berusaha membenarkan atau melekatkan diri kita pada perasaan benci dan marah. Kamu yang memiliki kedewasaan seperti ini cukup sadar untuk mengetahui bagaimana rusaknya perasaan dan kualitas hidupmu saat tidak bisa memaafkan orang lain.

6. Kedewasaan adalah Menerima

Kedewasaan melibatkan pengetahuan apa yang dapat kamu ubah dan menerima apa yang tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus bisa mengetahui seberapa besar kemampuan kamu terhadap sesuatu hal. Jika memang tidak bisa, jangan dipaksakan terlebih menggunakan cara-cara kotor.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by warwir

Penulis Tetap di Warwir.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alasan Mengapa Hubungan Cinta Harus Menjadi Prioritas Utama Kamu

Bijaklah Dalam Menggunakan Media Sosial, Ini 6 Hal yang Seharusnya Tidak Kamu Posting di Media Sosial