in

Kenapa Orang Indonesia Hidungnya Pesek??

Kenapa Orang Indonesia Hingnya Pesek

Warwir – Pernahkan kalian menyadari bahwa rata-rata orang Indonesia memiliki bentuk yang pesek? Atau bahkan kalian sendiri bertanya mengapa kalian memiliki hidung yang pesek atau kecil? Sebenarnya, pertanyaan seperti ini merupakan pertanyaan yang paling banyak di pikirkan oleh masyarakat Asia khususnya Indonesia. Namun, tenang saja karena memiliki bentuk hidung yang pesek merupakan sebuah bukti bahwa system genetic kalian telah berevolusi dengan baik.

Umumnya, terdapat 2 jenis bentuk hidung yang ada pada manusia yaitu berhidung pesek atau kecil dan berhidung mancung atau besar. Rata-rata orang yang hidup di iklim yang panas memiliki bentuk hidung oesek sepeti orang Indonesia. Sedangkan orang-orang yang memiliki bentuk hidung mancung, umumnya tinggal di tempat yang memiliki suhu dingin. Hal ini juga bukan semata- mata terjadi tanpa adanya alasan ilmiah yang logis.

Sebuah penelitian menunjukan bahwa manusia memiliki kemampuan dasar yaitu beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Hal inilah yang menyebabkan mengapa bentuk hidung pada manusia berbeda-beda tergantung pada suhu dan iklim tempat ia tinggal.

Orang yang tinggal di wilayah beriklim dingin, akan memiliki bentuk hidung yang lebih mancung dan rahang yang lebih besar. Hal ini dikarenakan udara yang masuk ke dalam tubuhnya harus melalui proses penghangatan sebelum akhirnya menjadi uap air dan diserap oleh paru-paru.

Selain itu, kelembaban udara pun dapat menjadi salah satu factor penentu yang dapat mengubah bentuk hidung manusia. Orang-orang yang hidup di wilayah Asia Utara akan memiliki bentuk hidung yang berbeda dengan orang yang hidup di kawasan Eropa Utara dan Timur laut. Meskipun keduanya sama-sama memiliki iklim udara yang dingin, namun udara di kawasan Asia Utara bersifat kering sedangkan di Eropa Utara memiliki udara yang lembab.

Jika di lihat pada penelitian di atas, bentuk hidung setiap manusia sangat di pengaruhi oleh iklim dan suhu udara tempat ia tinggal. Meskipun begitu, untuk dapat berevolusi dari hidung pesek ke hidung yang mancung, dibutuhkan waktu hingga berates-ratus tahun hingga ribuan tahun lamanya.

Mayoritas penduduk Indonesia sendiri memiliki bentuk hidung yang cenderung melebar dan kecil. Awalnya, para peneliti mengganggap hal ini sebagai factor genetic yang tidak dapat di ubah tanpa melakukan operasi. Namun, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, para peneliti menemukan fakta bahwa bentuk hidung dan anggota tubuh lainnya dapat di rubah dengan melakukan evolusi dengan factor penentunya adalah iklim.

Hidung datar atau pesek yang di miliki sebagian besar warga Indonesia, juga merupakan salah satu bukti bahwa manusia dapat melakukan evolusi dan adaptasi. Hal ini disebabkan karena iklim dan suhu udara yang ada di Indonesia memiliki sifat yang lembab dan hangat.

Berbeda dengan suhu udara yang ada di Eropa, suhu udara yang ada di kawasan Asia memiliki tingkat kehangatan yang tinggi. Sehingga, udara yang di hirup akan mengalami penyesuaian suhu dan kelembaban di dalam rongga hidung. Kapiler darah dan lendir yang ada di dalam hidung, akan menurunkan suhu udara yang terhirup dan mengurangi kelembaban udara sebelum akhirnya mencapai daerah sensitive dalam rongga penrapasan.

Dengan bentuk hidung yang datar dan lebarnya lubang hidung yang di miliki masyarakat Asia, dapat membantu mengurangi kontak antara udara yang di hisap dengan jaringan yang ada di dalam hidung. Sehingga, daerah sensitive yang ada di dalam hidung akan lebih aman saat di lalui oleh udara.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by warwir

Penulis Tetap di Warwir.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kebiasaan di Bulan Ramadhan

5 Kebiasaan di Bulan Ramadhan Yang Paling Ngangenin

Ciri Seorang Psikopat

Waspada di Sekitarmu!! Begini Ciri Seorang Psikopat