in

Berikut Adalah Agama Selain Islam yang Menjalankan Puasa

Warwir.com – Bagi umat Islam puasa adalah ibadah yang penting. Bahkan puasa ramadhan merupakan bagian dari rukun islam yang berarti wajib dijalankan oleh seluruh umat muslim. Bagi umat muslim, puasa wajib dilaksanakan selama satu bulan dalam satu tahun yakni di bulan ramadhan. Pada saat puasa, kita diwajibkan untuk membaca niat setelah itu tidak diperkenankan untuk makan dan minum. Tak hanya itu, juga harus menahan hawa nafsu syahwat.

Banyak dampak positif yang ditimbulkan dari puas ini. Selain ikut merasakan penderitaan orang lain yang kelaparan, puasa juga meningkatkan kesehatan tubuh. Perlu kamu ketahui bahwa ternyata bukan hanya umat islam saja yang menunaikan ibadah puasa, melainkan ada beberapa kepercayaan di dunia yang menjalankan puasa. Mau tahu agama dan kepercayaan apa saja yang melaksanakan ibadah puasa? Berikut ulasannya!

1. Baha’i

Yang pertama ada Agama Baha’i. Tata cara pelaksanaan puasa hampir sama dengan islam. Pemeluk agama Baha’i akan berpuasa di bulan Ala tepatnya tanggal 2-20 Maret setiap tahunnya. Umat yang diwajibkan berpuasa adalah 15-70 tahun. Dimana harus menahan lapar dan rasa haus sampai terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari. Untuk yang sedang sakit diperbolehkan tidak puasa, tapi kalau tetap berpuasa maka diperbolehkan mengkonsumsi obat. Sedangkan wanita yang haid atau menyusui, musafir tidak diwajibkan berpuasa. Menurut Baha’i, Puasa merupakan simbol dari menahan hawa nafsu yang merupakan bagian peningkatan kadar spiritualitas umatnya.

2. Buddha

Agama selain islam yang menjalankan ibadah puasa adalah Buddha. Walaupun tidak dinamakan secara spesifik, Buddha juga mengenal puasa. Biasanya Para Biksu dan Bikuni tidak makan lagi setelah siang dan makan lagi pada keesokan harinya. Puasa diterapkan oleh Biksu dan Bikuni dengan tujuan untuk meningkatkan nilai spiritual dan kesehatan tubuhnya. Pada akhirnya dikembangkan menjadi pola diet makan.

3. Kristen dan Katolik

Tidak hanya Buddha saja, melainkan agama Kristen dan Katolik juga mengenal puasa. Pada momen-momen tertentu mereka menjalankan ibadah puasa dengan mengurangi jumlah porsi makannya. Tata cara yang diterapkan adalah dalam sehari hanya makan 1 porsi saja. Sementara yang diwajibkan berpuasa adalah mereka yang sudah berumur kiea-kira usia 18-59 tahun. Tapi, umat Katolik di Roma tidak melaksanakan puasa.

Berbeda dengan Kristen Ortodok Timur yang justru menganggap bahwa puasa itu sangat penting. Karena dengan berpuasa, kadar spiritual manusia semakin tinggi. Selain itu, akan mendapatkan ketentraman jiwa dan raga dengan mudah. Kristen Ortodok bisa berpuasa berkali-kali dalam setahun, terutama saat momen penting.

4. Hindu

Umat Hindu juga melaksanakan puasa di hari-hari yang telat ditetapkan. Bagi agama Hindus, puasa merupakan bagian ritual yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan spiritual. Mengenai tata cara berpuasa, setiap daerah berbeda-beda. Ritual puasa Hindu di Indonesia, tentu tidak sama dengan tata cara umat Hindu di India. Umumnya, mereka berpuasa di hari Pradosha, Ekadasi dan Purnima. Puasa tersebut juga dipersembahkan pada para dewa.

5. Jainisme

Agama yang menjalankan puasa selain islam berikutnya yakni Jainisme. Jainisme merupakan agama yang dianut banyak orang di kawasan India. Pemeluknya mengenaln dua macam puasa. Chayvihar Upwas merupakan jenis puasa yang pertama dengan tata cara tidak boleh makan dan minum dari pagi sampai keesokan harinya atau selama 24 jam. Jenis puasa yang kedua disebut dengan Tiviar Upwas yakni puasa yang masih diperbolehkan minum air matang.

Selain beberapa agama diatas, masih ada beberapa agam selain islam yang menjalankan puasa. Diantaranya Yahudi, Sikh dan Taoisme.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by warwir

Penulis Tetap di Warwir.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kebijakan Donald Trump yang Mempengaruhi Perekonomian Indonesia

Inilah Keistimewaan Dari Kata “Terima Kasih”