in

5 Cara Mengelola Keuangan saat Pandemi Corona atau PSBB

Pandemi Corona di Indonesia telah mengakibatkan banyak gangguan di dunia usaha. Aktivitas usaha di sektor akomodasi, transportasi, manufaktur serta perdagangan melambat. Hal ini tentu menyebabkan banyak rumah tangga terancam kehilangan pendapatan. Lalu, bagaimana cara mengelola keuangan di tengah pandemic seperti ini?

Ancaman PHK di Depan Mata, Pintar-Pintar Kelola Uang

Gelombang PHK bahkan sudah mendera masyarakat. Tercatat sekitar ada sekitar 1.9 juta orang di PHK maupun dirumahkan per April 2020. Menurut catatan Kementerian Ketenagakerjaan, ada sekitar 229.789 orang yang di PHK di bulan April. Angka ini mungkin akan terus bertambah.
Di tengah masa sulit seperti ini, keuangan rumah tangga harus diatur dengan cermat. Berikut ini caranya:

1. Kurangi Penggunaan Kartu Kredit
Kartu kredit tampaknya tampil sebagai dewa penolong di saat keuangan seret. Namun ingat bahwa penggunaan kartu kredit artinya menambah hutang di bulan berikutnya. Tidak ada yang tahu apa yang akan menimpa seseorang di masa depan.

Sebaiknya kurangi penggunaan kartu kredit agar hutang tidak bertambah. Jika terpaksa harus menggunakan kartu kredit, sesuaikan dengan kemampuan bayar di bulan depan. Dan ingat, bayar tagihan tepat waktu secara penuh agar tidak terjadi hutang.

2. Tentukan Prioritas
Bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Contohnya, menimbun sembako adalah keinginan, sedangkan membeli sembako dalam jumlah cukup adalah kebutuhan. Semua hal jadi tampak penting ketika masa krisis. Namun, bijaklah dalam menentukan apa yang harus dibeli.

Buat daftar kebutuhan saat masa pandemi ini. Misalnya, kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah, biaya kesehatan, dan asuransi. Usahakan untuk selalu mendahulukan kebutuhan dan tunda keinginan sampai setidaknya setelah pandemi berakhir.

3. Tetap Menabung dan Lunasi Hutang
Walaupun mungkin pemasukan berkurang, jangan lantas tidak menyisihkan uang untuk ditabung. Tetap sisihkan uang meski nominalnya berkurang. Hal ini penting untuk mengantisipasi keadaan terburuk. Menabung walaupun sedikit tetap lebih baik daripada tidak sama sekali.

Cicilan tetap harus dibayar agar tidak menjadi tunggakan. Menunggak sama saja dengan menambah beban hutang karena ada biaya yang harus dibayar. Jangan pernah bermain-main dengan tunggakan di saat sulit karena akan jadi malapetaka di masa depan.

4. Hindari Panic Buying
Membeli sesuatu dalam jumlah banyak hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Pembelian dalam jumlah banyak berarti pengeluaran yang lebih banyak juga. Padahal seharusnya pengeluaran itu bisa dialihkan ke pos pengeluaran yang lain. Akibatnya, bisa ada tanggungan yang tidak terbayarkan.

Panic buying terbukti menyesatkan karena sampai sekarang, barang-barang kebutuhan pokok tetap ada di pasaran dan tidak ada kelangkaan. Beli dalam jumlah secukupnya. Kalaupun ingin berjaga-jaga, kalkulasikan saja kebutuhan untuk 2 minggu dan tidak lebih.

5. Kreatif Mencari Solusi Baru
Tekanan terkadang membuat orang lebih kreatif mencari solusi ekonomi. Usahakan mencari penghasilan sampingan yang bisa dikerjakan dari rumah. Misalnya dengan berjualan makanan siap saji, menjadi seorang penulis artikel online, atau jasa-jasa yang lain.

Lihat peluang dari kebutuhan masyarakat selama pandemi dan ubah itu menjadi sumber penghasilan tambahan. Tapi, jangan juga langsung mematok harga tinggi demi keuntungan. Ingat, semua orang sedang mengalami masa sulit. Jadi, ada baiknya untuk mengambil keuntungan secara wajar saja.

Nah, itu tadi 5 cara yang bisa dilakukan untuk mengelola keuangan saat pandemi corona atau PSBB. Keterbatasan berkegiatan dan berkurangnya pemasukan bukan alasan untuk berserah diri. Kemampuan diri menekan keinginan dan memprioritaskan kebutuhan bisa jadi kunci selamat dari keterpurukan ekonomi selama pandemi.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by warwir

Penulis Tetap di Warwir.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 Hal yang Bisa Dilakukan Perantau Saat Pandemi Corona